Analisis Usaha Es Krim
Usaha ini dapat dijalankan dengan sistem gerai/outlet dan sistem mobile unit (keliling). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Sistem Gerai

Lokasi yang cocok untuk gerai es krim adalah sekolahan dan pertokoan. Hindari perkantoran dikarenakan segmen pasar yang tidak tepat sasaran. Biasanya segmen terbesar adalah dari kalangan anak-anak sekolah, remaja dan orang yang sedang berbelanja.
Berikut adalah analisis usaha nya :
Penjualan : Rp 4000 x 100 pcs = Rp 400,000 (penjualan dengan cone ukuran standard)
Pengeluaran :
1) Softmix : Rp 150.000
(asumsi 10 liter softmix dapat menghasilkan 120 pcs es krim ukuran standard)
2) Cone : Rp 500 x 120 pcs = Rp 60,000 (cone dari DIAMOND)
3) Sewa tempat : Rp 25,000 per hari (hanya asumsi, harga bisa lebih tinggi atau lebih rendah)
4) Listrik : Rp 20,000 per hari (berdasarkan pengalaman saya, tagihan listrik berkisar antara Rp 450,000 - Rp 700,000 per bulan)
5) Gaji pegawai : Rp 35,000 per hari
Total biaya operasional per hari : Rp 290,000-
Keuntungan kotor : Rp 480,000 -Rp 290,000 = Rp 190,000 per hari
Bila skema diatas berjalan sesuai rencana, maka dalam sebulan keuntungan yang anda peroleh dapat mencapai Rp 6 juta rupiah, walaupun nanti dimasukkan variabel"penyusutan" sebesar 10% dari harga mesin es krim, nilai nya masih menjanjikan.